Agen Togel Terpercaya   Agen Poker Terpercaya

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Normal

agen togel terpercaya, agen togel online, togel online terbaik, bandar togel terpercaya, agen togel terbaik, togel online, togel
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Normal

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Normal

Otoritas Jasa Keuangan

Togel Online Terbaik – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia hingga Juli 2017 dalam kondisi normal.

Profil risiko industri jasa keuangan secara umum berada dalam kondisi terjaga, ditunjukkan oleh risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas lembaga jasa keuangan yang manageable. Permodalan industri jasa keuangan juga tercatat memadai.

“Risiko kredit lembaga jasa keuangan Juli 2017 relatif stabil,” ujar Plt Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik,

Dia menyebutkan, rasio NPL gross perbankan dan NPF perusahaan pembiayaan per Juli 2017 masing-masing berada pada level 3 persen dan 3,45 persen (Juni sebesar 2,96 persen dan 3,47 persen).

Perbankan telah melakukan pencadangan yang memadai sehingga rasio NPL net masih rendah di level 1,32 persen dibandingkan Juni sebesar 1,35 persen.

Agen Poker Online

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Normal

Risiko pasar industri jasa keuangan terpantau rendah. IHSG dan nilai tukar Rupiah pada Juli 2017 terpantau stabil dengan masing-masing menguat tipis 0,2 persen dan 0,01 persen (mtm) dan ditutup pada level 5.840,93. Adapun nilai tukar rupiah di posisi Rp 13.324 per US$.

Dari sisi bid-ask spread di pasar saham, rata-rata spread kembali menyempit menjadi 3,3 persen pada Juli dari Juni yang sebesa 3,4 persen. Sementara itu, pergerakan pasar SBN mixed dengan yield SBN tenor jangka pendek turun sebesar 0,3 bps, sedangkan yield SBN tenor jangka menengah dan panjang naik masing-masing sebesar 12 bps dan 2 bps.

Risiko likuiditas industri jasa keuangan tercatat masih manageable. Meski terjadi net sell nonresiden di pasar modal pada Juli 2017 sebesar Rp 5,6 triliun (net buy di pasar SBN sebesar Rp 5 triliun dan net sell di pasar saham sebesar Rp 10,6 triliun), indikator likuiditas bank, baik AL/NCD (rasio alat likuiditas dibanding non core deposit) dan AL/DPK (rasio alat likuiditas dibanding DPK) masih relatif tinggi.

Kunjungi juga di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inline
Inline